Tuesday, December 3, 2019

Terminologi Jalan Jalan Dan Kumpul Kumpul

Berkumpul entah jumlah kecil atau banyak adalah fitrah manusia dalam bingkai sosial serta kebutuhan untuk mengemukakan pendapat atau suara. Dalam ranah islamic learning (ajaran islam) yang global sejak dulu hingga saat ini, seperti memontm 212 serta reuni nya adalah sebuah kejadian yang nantinya akan terwujud dalam alam mahsyar (alam sesudah kebangkitan kematian yang pertama). 212 masih sebatas komunitas umat islam, meski terkadang masih ada juga pengamat (baca bule) yang ingin mengabadikan kejadian langka serta spektakuler itu. Berkumpul dalam jumlah besar, tentu diawali perjalanan menuju tempat berkumpulnya tersebut, misalnya : monas untuk 212, lapangan bola : upacara dan pertandingan sepak bola, gedung pertemuan untuk konggres atau sejenis walimahan dan pesta serta rumah untuk arisan ibu ibu PKK yang lebih kecil scope nya. Cara menuju tempat tempat itu bisa dengan jalan kaki, naik kendaraan berupa hewan (zaman dulu), hingga naik pesawat yang melibatkan antar pulau dan negara.


jalan menuju acara 212

Kejadian tahuan (annual event) seperti ibadah haji adalah contoh nyata, akan tetapi masih sebatas ummat islam juga. Andai pilot, nahkoda kapal, belum islam pun masih bisa. Akan tetapi ada kendala jika itu masuk wilayah tanah suci (haromain) yakni Madinah-Makkah terutama di batas luar masing masing kota itu. Ada semacam tugu batas yang sudah berkoordinat GPS di kota Makkah dan Madinah. Konon kepercayaan warga setempat, area di dalam batas itu terjaga oleh malaikat dan selain muslim tidak boleh masuk. Itu syah syah saja, karena kondisi umat islam setempat masih solid, dan pemerintah masih menjaga batas batas territorial dengan baik. Ada masa (insya Alloh) masih lama, kondisi dimana Ka’bah akan dicopot pelan pelan yakni struktur fisik bangunannya oleh orang afrika yang berkulit hitam (dalam sahih Bukhory), yang menandakan islam akan lenyap di bumi ini, dan inilah kiamat sudah sangat dekat.


kumpul kumpul untuk reuni 212


Kumpul kumpul ini bila disimak perjalanan suksesnya nabi Muhammad SAW berawal dari kumpul kumpul yang sederhana (sembunyi) hingga agak terbuka yang mengambil tempat di rumah Arqom Bin Abil Arqom. Abu Bakar RA sebagai kawan dekat Nabi SAW masih membuat tempat sendiri (mushola) di rumahnya, dan sebatas untuk pribadi dan saat hijrah tempat ibadah itu dihancurkan kalangan yang anti dengan islam (musrik Makkah). Selama 13 tahun ternyata kumpul kumpul itu alami umpatan, penyegelan hingga ancaman yang akhirnya memunculkan perintah pindah (hijrah) dengan jumlah yang belum besar (dibawah 100 personil).Namun ada pemandangan cukup beda, yakni saat hijrah ke Madinah, disana sudah disiapkan berbagai sarana dan ubo rampe (bhs jawa) untuk menampung para muhajirin (orang orang yang hijrah menyusul Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar RA). Di kota ini kumpul kumpul relatif kondusif dan aman serta mendapat perlindungan penuh dari kalangan Anshor (kalangan penolong muhajirin).

foto jamaah haji tempo dulu (sumber : kumparan.com)

menuju Makkah tempo doeloe

Di kota Madinah ini pula, akhirnya kumpul kumpul memiliki makna luas dengan pelbagai persoalan yang komplek karena komunitas Madinah ada 3 (muslim, nasrani, Yahudi). Problem meluas hingga kumpul kumpul pun untuk membahas strategi dalam peperangan (harb), karena gangguan dakwah N abi Muhammad SAW sudah melibatkan pasukan terstruktur (pasukan, logistik, basecamp, transportasi dll). Akhirnya yang kumpul kumpul pun, meluas dari kalangan yang awalnya sejalan dengan Rasululloh SAW, lalu balik arah menjadi perongrong (penggembos) perjuangan beliau yang akhirnya muncul golongan munafik yang melahirkan pengikut pengkut nabi palsu (dipelopori Musailamah dan Al Ansy). Belum lagi kumpul kumpul itu merambah kalangan Yahudi yang punya benteng benteng perlindungan yang kokoh, yang sejak awal memang menentang kedatangan N Muhammad SAW di Madinah. Adapaun Nasrani, sebagian masuk ke dalam islam namun sebagian menyingkir ke wilayah syam (palestina yang menjadi kekuasaan nasrani romawi). Perjuangan Beliau SAW memasuki tahun ke-9 baru menapak ke arah ketenangan yang significant (berarti) yang masuk tahun ke-10 adalah tahun wafatnya Beliau yang dimakamkan di Madinah.

(monas, reuni 212, 2019)


Terminologi jalan jalan dan kumpul kumpul  paling mengesankan adalah saat akan dilaksanakannya ibadah Haji Wada’ yang merupakan puncak kemenangan islam di seluruh jazirah Arab (meskipun di luar juga ada dengan diwajibkannya bayar upeti karena mereka masih dengan keyakinannya terutama nasrani, namun tunduk dengan pemerintahan Madinah). Dalam Shiroh Nabawiyah nya Dr Ramadhan Al Buthy menggambarkan spektakulernya jalan jalan menuju tempat berkumpul untuk haji (makkah). Saat Nabi Muhammad SAW keluar Madinah, maka di luar wilayah Madinah sudah menunggu warga setempat dalam jumlah banyak sekali dengan jalan kaki hingga naik kendaraan (unta) menyambut dan menemani Nabi Muhammad SAW menuju Makkah. Rombongan baru yang masuk langsung menempatkan diri, memenuhi samping kiri dan samping kanan Nabi Muhammad SAW begitu seterusnya hingga wilayah dekat Makkah tumpah ruah menyambut kedatangan dan menemani Haji Wada’ (haji perpisahan yang masuk th 10 Hijriyah). Bisa dibayangkan, puluhan ribu calon jamaah haji dengan kostum putih putih dan ditemani Rosululloh SAW sendiri akan melksanakan ibadah yang syariatnya sendiri akan turun saat pelaksanaanya (tatacara dan fikihnya).

Dengan berbondong bondongnya umat islam berjalan, berbaris, berthowaf, bursa’i, berumroh hingga melempar jumroh semua tatacara dengan wahyu yang langsung diturunkan. Sehingga dijumpai kadang kadang Nabi SAW berceramah di atas kendaraan langsung berfatwa dan pelasanaanya dengan mudah (pembolehan) ditandai dengan pertanyaan yang muncul langsung dijawab : tak apa apa....lanjutkan, tak apa apa ..... lanjutkan kecuali memang ada udzur seperti Aisyah RA yang datang bulan (haid) saat thowaf maka langsung distop, karena syaratnya harus suci hadast kecil dan besar. Dan bisa dibayangkan betapa riuhnya, Beliau harus menyampaikan sesuatu yang turun wahyu sementara orang orang berjauhan. Namun semua tunduk khusyu’ saat Beliau SAW berceramah di padang Arafah sebagai puncak ibadah haji yang jumlahnya masih banyak perbedaan antara 70.000 – 100.000 hujjaj (jamaah haji). Saat Beliau berpidato, semua bisa mendengar dengan jelas, tumbuhan juga ikut mendengar, pasir pasir pun ikut mendengar, hingga bebatuan keras pun ikut mendengarkan pidato terakhir beliau.

Jika saja saat saat ini masih ada saja kalangan yang mencela, merendahkan, entah dari sisi kehidupannya saat kecil (bocah) hingga masa perjuangannya yang mencapai puncak kesuksesan nya dengan ibadah Haji Wada’, semoga saja dengan cepat untuk bertaubat. Jika tidak, kekhawatiran yang sangat rasional bisa bisa menjadi kalangan munafik yang memang disandang mereka yang mengaku muslim. Kehidupan Beliau akan banyak diwarnai hukum hukum, teladan, sunnah baik dalam keadaan : berdiam, beribadah, hingga perjalanan biasa yang dekat hingga perjalanan jauh yang memerlukan waktu beberapa hari dan semuanya apabila ada periwayan yang baik (sahih) bisa diteladani ummatnya untuk dilakukan, ditiru, diajarkan dan jangan sampai ada yang menafikan (merendahkan ajaran ajaran tersebut) dari sisi manapun.

Solluu ‘Alan Nabiyy.....Solluu ‘Alaihi wa Tasliimaa

Sunday, December 1, 2019

Fisik Kurang Bukan Hambatan Untuk Berprestasi

Sayang sekali lupa menanyakan nama gadis riau yang atlit pelatnas tenis meja yang sedang persiapan kejuaraan asia tenggara di philipina. Tadi pagi si gadis sebut saja Rina, berkerudung memakai kursi roda dan sedang menginap di hotel Kusuma Solo menyempatkan latihan stroke-an (pemanasan) di Car Free Day 1 Desember 2019. Ditemani atlit pria sebagai pembantu pengambil bola, latihan sedikit agak lancar. Penonton yang barusan usai latihan adalah anggota PTM Car Freeday, yang usianya sudah lebih 5 tahun. Kami gabung sekitar tahun 2015, lumayan sudah 4 th an. sangsupersekali kali ini dengan sudut atau tema lain mengusung Fisk Kurang Bukan Hambatan Untuk Berprestasi, nampaknya cukup masuk alasan karena memang agak jarang jangkauan umum.

(inzet video : menggayengkan strok an)



Dengan menyandang atlit NPC (national paragames competition) yang pusat latihan nasionalnya di Solo, dan kantor nya depan UNS menjadikan atlit paragames bisa mengisi dunia olah raga nasional hingga internasional. Kebetulan tadi hadir Pak Walikota Solo Bp Rudi, yang memang salah satu penggemar tenismeja serta pembina PTMSI Solo, ambil bagian untuk latihan atau sekedar say hello dengan pemain. Sempat kami strok-an sebentar dengan Rina dan ternyata smash dan spins nya cukup kencang. Blok blok smash yang kami buat untuk latihan defense, agak kedodoran. Maklum dengan backhand berkaret hitam dengan butterfly tenergi klas KW...hehehehehe. Jangan ditiru yaa....Harganya terjangkau, akan tetapi untuk spin backhand agak kurang power, cuma untuk caps atau chops lumayan kecer (seser : bhs jawa).

walikota solo berkaos merah
Rasanya pagi hari tadi cukup berkesan, karena kedatangan atlit nasional klas NPC yang tarafnya nasional, dan bisa latihan bersama. Tentu saja, dengan situasi fisik demikian cukup mengundang penonton cukup berkesan serta mengharukan. Banyak yang ambil gambar, foto, selfi namun latihan tetap berlangsung. Welcome di kota Solo mbak Rina (sebut saja demikian) menikmati : sego liwet, wedangan susu jahe serta nasi kucing atau thengkleng atau cabuk rambak yang menjadi makanan khas Solo. Semoga latihan menghadapi pertandingan di Philipina berjalan lancar, dan kalau bisa mendapatkan medali emas....amin. Minim 3 besar atau apapun prestasinya, fisik cacat bukan halangan untuk berprestasi.

Friday, November 29, 2019

Sakit Karena Medis Atau Gangguan Jin

Sangsupersekali kali agak mengutarakan tentang Sakit Karena Medis Atau Gangguan Jin , belum ke taraf membahas atau menganalisa tentang penyakit seseorang (wanita) sebut saja ibu-X yang menderita gangguan antara jiwa, syaraf, medis, atau penyakit yang belum terdefinisikan oleh dunia medical centre. Latar belakang pasien yang cukup lama dirasakan, seperti penuturan kepada kami diantaranya : vertigo (seperti mutar mutar kepalanya), hipertensi (dimaklumi beliau ibu-X sudah mau masuk usia normal ambang batas normal (masuk kepala 6). Hampir diderita antara 10-15 tahun yang lalu. Kami pernah pergi bersama (memang masih saudara) ke sisi barat pulau jawa (ujung kulon), si ibu naik pesawat sedang rombongan kami dari bandung via darat. saat itu sudah nampak saat acara perhelatan anak nya yang dapat mojang banten, si ibu-X tampak kelelahan dan dipaksa tenaga agar kebahagian anak laki lakinya juga semarak dengan perasaan gembira. Bahkan anak itu sekarang karena di perusahaan asing tempatnya bekerja dinilai cukup bagus kondite dan prestasi, ditempatkan di negeri makmur timur tengah bahkan keluarganya sudah diboyong semua dengan pindah kewarganegaraan di sana.

sumber gbr : catatan aqil azizi.wordpress

Pulang dari Banten, kambuh lagi penyakitnya yakni vertigo dan terpaksa pasar nya ditutup, lalu disewakan yang akhirnya dijual untuk dana perawatan kesehatan.Saat ini ada gejala aneh, yakni selalu ingin pindah atau pergi dari rumah nya meski kontrak atau kost asalkan pindah dari rumah aslinya di kota K, padahal di rumahnya punya juga investasi berupa kost kost an karyawan, meski ala kadarnya cukup sebagai extra penghasilan. Dan benar, tahun lalu terpaksa pindah rumah juga dan menempati lebih kurang 8 km dari tempat tinggalnya di kota K. Begitu trenyuh saat besuk dan visit kesana. Masuk 3 bulan ternyata, terlampau mahal namanya ketenangan batin itu. Untung perumahan yang dipakai masih punya saudaranya, yakni rumah kosong sehingga harganya harga persaudaraan.Hampir sama kejadiannya, yakni di rumah sewa, gangguan muncul lagi yakni ingin pindah lagi. Alasannya dibayang bayangi, entah seseorang atau beberapa orang masuk dalam pikirannya. Sepertinya, seperti kata ibu-X tadi, orang orang membayang bayangi baik pribadinya atau kesuksesan anak anaknya yang bulan besok putra keduanya akan tinggal di eropa, karena ada job baru. Praktis saat ini ditemani anak paling kecil yang masih dalam proses perkembangan untuk masuk dunia kerja (lulusan diploma). Orang orang yang hadir dalam pikirannya meski sudah dilawan dengan dzikir dzikir, solat sunnah mutlaq, hingga tahajud pun belum bisa raib dari benak pikirannya.

Pekan (minggu) lalu, kami berusaha mencarikan kawan yang bisa rukyah. Kawan ini berpengalaman berbagai kota untuk urusan rukyah, bekam, formula modifikasi madu, juga berjualan obat obat berbasis herbal. Setelah prosesi dan melihat lihat kondisi rumahnya, menurut kawan tadi (sebut saja kawan kami ini dengan nama  J). kami lihat sendiri saat proses antara lain : doa, tanya jawab, dzikir hingga sesekali wirid ternyata bebas dari gangguan : jin atau syetan atau bahasa yang umum : sihir. Artinya memang karena sedikit depresi lama, ditambah kurang kawan ngobrol di rumah, serta keadaan yang agak gelap di kamar nya yang agak kurang ventilasi, menjadi sebab penyakit murni medis atau gangguan kesehatan murni. Bukan karena gangguan jin jin jahat atau bahkan syetan yang merasuki dalam tubuh.

almukarrom KH Syahroni Ahmadi : kanan

Kalau pembaca sedikit mengenal kisah nabi Sulaiman AS yang kehilangan cincin kenabian, lalu cincin ini dipakai jin yang berubah menjadi Sulaiman bahkan menduduki singgasana, menurut hemat kami bisa saja bukan gangguan kesehatan akan tetapi ada orang yang hasad dan hasud lalu menggunakan kesempatan untuk mengganggu. Maklum lah kesuksesan 2 putranya di luar negri, membuat hasad (iri) padahal kegidupan ibu-X dan suaminya bersahaja, bahkan mobil pun tidak punya. Cukup roda 2 sebagai transportasi harian, bahkan suaminya hilir mudik pulang pergi lebih kurang 140 km dari rumah ke lokasi proyek (irigasi dan konstruksi) naungan job job pemerintah (PU). Sulit memang menentukan, karena ucapan yang keluar dari lubuk hatinya selalu ingin pindah sementara kondisi fisik nampak sehat. Belakangan, katanya diperlihatkan semacam orang laki laki yang suka berdiri di pojok rumah dengan perawakan sedang. tak jelas siapa orang tsb, apakah tetangga, saudara atau pihak lain. Tapi gangguan itu nyata.



Hari ini sepanjang pengetahuan penulis yang pernah mendengarkan ceramah online (recording) almukarrom KH Sya'roni Ahmadi, diantara ahli tafsir dan qurro' sepuh dari Kudus ada amalan untuk penyembuhan dari QS Al Isro 105. Beliau mendapat ijasah dari rekan guru saat berkunjung ke jawa barat dr Profesor Anwar Musaddath, dimana almukarrom juga pernah bertemu dan mendapat ijazah dari Sayyid Muhammad bin  Alwi Al Maliki (guru besar di Makkah), yang memegang ijazah pengajaran hadist sahih Bukhory di dunia (saat itu). Rasanya mungkin bisa dicoba dengan membaca amalan tsb 3X. Sebelum tidur, kami anjurkan membaca doa yg diambil dari hadist riyadus salihin, kekuatannya seperti syahadat kembali dengan mengandung keimanan kepada Nabi Muhammad SAW, serta Al Quran yang semuanya berasal dari Alloh SWT. Profil sayyid muhammad bin alwi almaliki bisa simak : disini.

bagian awal yg dibaca QS Al Isro'

Di samping dibacakan QS Al fatihah sesuai tujuan (lihat kisah penyembuhan kepala dusun oleh Abu Sa'd RA dengan pembacaan al fatihah), yang akhirnya mendapat imbalan 30 an kambing dalam sahih Bukhory juga. Disamping perbanyak baca sholawat nabi Muhammad SAW saat senggang, saat pikiran mau escape (pergi) dari rumah tiba tiba muncul di pikiran. Demikian yang kami usahakan, semoga dalam jangka pendek ada perubahan.


Wallohu A'lam Bis Showab, Wahuwa Syaafiul Insaan Ma'a Dawaaihaa.


Tuesday, November 26, 2019

Anak Anak Sebagai Mata Rantai Majelis

Menghidupkan pengajian ibarat menghidupkan perusahaan, bedanya perusahaan full material sedangkan pengajian full spiritual dengan material sebagai support saja, dan ini tak bisa dipungkiri apalagi ada selisih interval waktu 2 generasi. Kalau hanya temporer, pengajian berganti mubaligh yang diundang itu masih sederhana, asal ada panitya pelaksana, dana support, media pengumuman dan tempat baik rumah atau masjid, langsung bisa eksekusi. Adapaun meneruskan majelis taklim, itu agak berbeda.

mereka doeloe anak anak nirbitan asuhan mbah abdusomad
Mungkin seperti kalangan kaum sarungan bahwa meneruskan perjuangan pendahulu, musti rajin silaturahim dan berguru dengan kawan kawan pendahulu serta murid muridnya yang masih ada (hidup). Jika ini terlampau, insya Alloh akan eksis dan aura pendahulu akan bersinar kembali. Dan ini diantara uswah (contoh) yang dilakukan mereka para sahabat nabi Muhammad SAW sepeninggal Beliau, mengingat masing masing seperti ada kewajiban untuk meneruskan kepada calon penggantinya. Baik keluarga sendiri atau kalangan lain.

Nabi Muhammad SAW – Umar Bin Khottob RA – Abdullah Bin Umar (putra Umar RA) – Nafi’ (mantan hamba sahaya Abdullah Bin Umar RA). Ini contoh periwayatan yang sering dijumpai dalam sebuah hadist, ternyata sehabis Abdulah Bin Umar RA (sahabat muda yang berjumpa Nabi Muhammad SAW) menyerahkan keilmuwannya kepada bekas hamba sahayanya sendiri. Imam Bukhori membukukan dalam sahihnya dan hal demikian ada beberapa hadist. Kenapa hamba sahayanya dibebaskan lalu dijadikan penerusnya, meski ada beberapa hadist yang tidak lewat Nafi’. Diantara kolega Nafi’ yang hamba sahaya adalah Salim yang tadinya milik Abu Khudzaifah RA. Dari Imam Nafi’, sebagian dikenal macam macam qiroat yang berlaku untuk tilawatil Quran. Dengan demikian posisinya meningkat, dari hamba sahaya menjadikan ulama (ahli dinul islam) yang menjadi rujukan imam imam besar madzab. Tentang sosok Nafi' ini bisa simak : Nafi' Maula Ibnu Umar. Sedang Salim, adalah maula Abu Khudzaifah RA bisa simak : disini.

Dalam recording ini nampak, majelis yang konsepnya agak rileks ada suara anak anak yang mengikuti bacaa. Mereka termasuk anak anak yang rajin di masjid Al Huda. Ternyata ayahnya adalah putra dari alm. bapak Misri yang tak lain guru penulis saat belajar alif ba ta. Sedangkan alm. Misri sering mulazamah (membantu keperluan dan sesekali ikut pengajian alm. Mbah Abdussomad Nirbitan). Kesempatan ini sering kita ambil, yakni ayah anak anak itu yang bernama Agus untuk membantu pembacaan hadist bukhory yang berlangsung di masjid Al Huda tiap malam selasa usai sholat maghrib.



Beruntunglah memiliki majelis, yang sambung menyambung karena ibarat seperti rantai yang bertautan meski secara subtansi dan kualitas tidak seperti para pendahulu. Akan tetapi secara ruhhiyyah (spirit), sebagaimana sudah dituliskan di atas yang tersusun dari insan mulia hingga jatuh ke mantan seorang hamba sahaya. Sekarang hamba sahaya, sekedar bacaan saja, namun membaca ayat ayat atau hadist tentang hamba sahaya tetap sebuah kemulyaan, karena semuanya wahyu. Yang satu via Al Quran, satunya via sabda Nabi Muhammad SAW. Inilah yang mendasari tema Anak Anak Sebagai Mata Rantai Majelis, yang tak lain merekalah yang akan menjadi tulang punggung penerus ajaran dinul islam yang akan datang.


wallohu A'lam







Sunday, November 24, 2019

Rahib Nasrani Yang Kesengsem Rosululloh SAW

Masih di bulan maulud atau robiul awal yang masuk rentang penghujung ini, masih banyak kesempatan buat melantunkan sholawat baik pribadi atau jamaah, sirr atau jahr (pelan pelan atau jelas), sambil mengenang napak tilas (shiroh) nya. Berkat kehadirannya, siapapun yang hidup setelah wafat Beliau SAW berhak menyandang umat terbaik sepanjang masa. Kenapa ? karena hidup zaman paling belakang, namun dibangkitkan nanti di hari Akhir/ di urutan pertama melampaui umat umat sebelumnya. Judul ini agak sedikit melankolis karena memang kisahnya termasuk yang kibar (besar) dan rasululloh SAW memberikan apresiasi yang cukup membuat para ahli shiroh memasukkan bahasannya yakni Rahib Nasrani Yang Kesengsem Rosululloh SAW

berkat sifat kedermawanan lalu berubah

Setelah Tabuk sukses dengan tiada perlawanan raja romawi, bahkan tunduk dg khilafah (kepemimpinan Nabi Muhammad SAW) dg syarat jizyah (upeti) dan agama mayoritas mereka tetap nasrani, akan tetapi tunduk dengan kepemimpinan rosululloh SAW yang berpusat di Madinah. Ketundukan ini masuk tahap kedua, setelah komunitas Yahudi ditundukkan di Madinah (Nadzir, Quraidzh, Qainuqa’). Artinya, rasululloh SAW secara lisanul hal (realitas) menyandang seorang pemimpin resmi (negarawan) yang diakui dunia saat itu karena semua kalangan sudah di bawah kekuasaannya (musrik Makkah, Yahudi Madinah dan Nasrani Rumawi). Sukses di dunia dengan pola dakwah hingga bertengger menguasai wilayah wilayah bertebaran inilah, sebagian ajaran islam tidak akan pernah lepas dengan namanya pentingnya wilayah geografis sebagai basis sebuah dakwah, bila ingin sukses sukses selanjutnya. Karena makin lama makin bertambah penduduk serta kebutuhan untuk bertempat tinggal dan keharusan memiliki pemimpin sebagai rujukan warganya. Adapun wilayah Persi, agak lain kejadiannya yakni kekuasaannya ambruk sendiri akibat kecerobohan raja itu merobek robek surat ajakan dakwah rosululloh SAW, yang akhirnya kena sabda beliau bahwa wilayah itu menuai akibat yakni terobek robek kekuasaannya oleh keluarga sendiri (putra mahkota membunuh Kisro selaku raja Persi, setelah membunuh ayahandanya putra mahkota kena racun buatan ayahnya sendiri saat masuk di kamar ayahnya).


Ramadhan Al Buthy alm. membukukan kisah syahadatnya 'Adi Bin Hatim dengan informasi yang mengesankan dalam kitabnya fikih shiroh nabawiyah (perjalanan kenabian yakni nabi Muhammad SAW). Rahib Adi bin Hatim, adalah putra konglomerat Arab yang dermawan. Sebagai keluarga kaya sekaligus pendeta, cukup besar wibawa dan pengaruhnya. Sayang, ia menyimpangkan ajaran suci kitabnya sendiri dengan mengutip 1/4 dari rampasan perang dan diketahui Nabi Muhammad SAW. Kedermawanan Hatim bisa simak secara singkat di media ini kisahkan dermawannya Hatim. Yang menginspirasi 'Ady adalah saudara putri sendiri, namun 'Adi tetap masih ragu apalagi ia juga seorang tokoh yang pandai dan alim untuk kalangan nasrani (termasuk ahli kitab) yang sering disebut Al Quran. Perlu adakan uji petik untuk manusia yang konon sebagai nabi terakhir untuk sepanjang zaman (khotamun nabiyyin).

Awalnya 'Adi Bin Hatim gelisah, karena ketokohan N Muhammad SAW bisa mengganggu posisinya. Sebagai kalangan orang atas, jika ia main kasar akan nampak memalukan. Akhirnya lebih baik ia menyingkir ke Syam yang juga mayoritas nasrani (saat itu) karena dibawah kekuasaan romawi. Ternyata di daerah ini lebih parah, karena persaingan beberapa tokoh tiada kendali. Makin kaya seorang tokoh, tetap akan bersaing dengan yang di atasnya. Akhirnya beliau memberanikan diri ke Madinah dan menemui Rasululloh SAW. Kedatangan putra dermawan ini ibarat ngantuk ketemu bantal. Rosululloh SAW  sebagai pribadi agung memahami kedatangannya, meski masih nasrani namun jejak rekam keluarganya amat mengensankan sebagai dermawan. Beliau tentu akan memperlakukan berbeda jika tamunya itu seorang badui (arab gunungan). Dalam ujaran hatinya, Adi berkomentar untuk dirinya sendiri, bahwa ia mampu membedakan : insan yang jujur, sifat raja, sifat kenabian serta insan pendusta, karena ia sendiri juga dekat dengan sifat sifat itu, kecuali sifat kenabian yang memang akan jadi milik para nabi dan rosul.

Adapun urutan kejadiannya adalah sebagai berikut :

  1. Nabi Muhammad SAW menyambut kedatangan beliau (Adi Bin Hatim atau ABH) dengan hangat, bahkan sempat melewati masjid untuk dibawa ke kamar pribadi Nabi SAW. Dari sini muncul perbedaan para ulama dalam memandang bagaimana kafir-musrik masuk masjid, dan tentu tidak dibahas dalam tulisan ini.
  2. Segera di depan ruangan, ABH dikejutkan adanya nenek tua yang akan mengadu kepada Nabi SAW untuk sebuah problematika (persoalan hidupnya), dan ABH ditinggalkan sementara karena Rosululloh SAW harus melayani nenek tua tersebut bahkan dengan waktu agak lama.
  3. ABH menyimpulkan bahwa Muhammad itu adalah benar seorang Nabi yang jujur, dikarenakan seorang Raja tak akan mungkin mau melayani nenek tua. Jika mau, akan mewakilkan bahkan bila tak berkenan, nenek itu akan diusir. 
  4. Dari sini point awal sudah membuat kesan pertama yang membuat hatinya, berubah 180 derajat (membuktikan Muhammad memang jujur bukan dusta)
  5. Sampai di kamar, ABH dipersilahkan duduk diatas pelepah kurma serta lembaran (alas) yang dipakai duduk Rosululloh SAW dan tuan rumah cukup duduk diatas tanah. Dan ini menjadi poin ke-2 nilai positif Muhammad bagi ABH
  6. Terjadi dialog yang akhirnya rasululloh SAW mengkasyaf (mengindra, menebak) apa yang dilakukan ABH yakni ia mengutip, mengambil paksa harta rampasan sebesar 1/4 (25%) yang bertentangan dengan Injil nya N. Isa AS yang tak menyebutkan aturan ini. Dengan inderaan (kasyaf) ini, ABH akhirnya mengakui bahwa ia memang merubah ketentuan yang ada dalam kitab Injil
  7. Dialog selanjutnya, rasululloh SAW menyatakan bahwa enggannya ABH karena muslimin penganutnya minoritas, jauh dengan kekuasaan apalagi kekayaan serta kejayaan bahkan hidupnya kebanyakan dalam kesusahan yang mencolok apalagi ia juga saksikan orang orang yang tinggal di masjid nabawi (ahlusshuffah) yang hidupnya menjadi tanggungan Nabi Muhammad SAW lebih kurang 60-70 orang. Dan ABH pun mengakui, karena ia sendiri menyukai sifat sifat keduniaan itu, bahkan ia mengakui hidup dengan kemewahan dan sebagian diperoleh dari mengambil 1/4 rampasan dari anak buahnya.
  8. Rasululloh SAW dengan nubuwwah nya (tanda kenabian) memberi informasi bahwa dalam waktu tidak lama ABH akan saksikan bahwa istana kaisar Persi, Romawi akan runtuh dan menjadi milik muslimin dan jumlahnya cukup banyak. Serta rasa aman tentram seluruh wilayah muslimin, ditandai amannya wanita seorang diri pergi haji atau umroh ke Makkah dari jarak yang jauh tanpa gangguan penyamun, rampok, sertabinatang buas.
  9. Akan ada masa dimana karena kekayaan wilayah muslim yang melimpah, akhirnya sulit dicari orang orang yang akan menerima zakah atau sedekah dan akhirnya terbukti era Umar Bin Abdul Aziz RA yang saat membagi zakat dan sodaqoh ke afrika, ditolak warga setempat bahkan harta yang banyak dari zakat sedekah itu dikembalikan ke Madinah, saking makmurnya. Sebagai pengganti nya instruksi khalifah adalah membebaskan budak budak yang masih ada saat itu, tanpa syarat ( seperti pada budak mukatab, yang jika ingin bebas dengan menebus dirinya sendiri)
  10. Dua hal yang menyentuh qolbu ABH yakni 2-6 akhirnya membuat beliau bersyahadat di hadapan Nabi Muhammad SAW, adapun bukti nubuwwat (kenabian) ia amat yakin, karena utusan berupa nabi rosul pantang untuk berdusata dan sangat dikenal sifat sifat itu dalam kitab kitab sebelumnya termasuk yang ia pegang sebagai rujukan (injil)
  11. Setelah rosululloh SAW wafat, maka ABH menyaksikan 2 hal yakni (kekayaan wilayah persi – romawi yang jadi ghonimah muslimin) serta keadilan khalifah Umar Bin Abdul Aziz RA yang sering dikatakan khalifah ke-5 atau masuk babak baru dari 30 tahun setelah kepemimpinan N Muhammad SAW (usia khilafah definitif : 30 th sesudah beliau wafat)
  12. ABH akhirnya berkesimpulan, bahwa nabi Muhammad SAW sifat sifatnya tidak seperti raja raja pada umumnya yakni memiliki sifat lebih suka menggunakan kekuasaan atau wewenangnya untuk menjadikan sumber kekayaan atau mesin kekayaan terutama keluarga dan orang orang dekatnya. Dan nantinya dibuktikan bahwa para nabi rosul, tidak mewariskan harta benda secara prinsip akan tetapi mewariskan keilmuwan yang sifatnya abadi karena untuk mengatur dunia hingga pengetahuan akhirat (kehidupan sesudah di dunia).
  13. Bukti nyata sifat kenabian itu terjadi di depan ABH adalah melayani wanita tua, sementara rasululloh SAW saat itu juga menggandeng tangan ABH untuk masuk kamar pribadinya. Wanita itu dilayani sampai ia pulang ke rumah, setelah itu baru berdialog dengan ABH. Inilah sifat nabi rosul yang asli dan sulit menempel di sifat raja raja baik masa dulu hingga sampai kapanpun


Wallohu A’lam

Friday, November 22, 2019

Istana Umar Bin Khottob RA Di Surga

Sahabat nabi Muhammad SAW yang menjadi kholifah-2 : Umar Bin Khottob RA yang terkenal dengan berbagai futuhat (kemenangan dengan perluasan wilayah islam) hingga memasuki 2/3 dunia, disamping dikenal sebagai pemberani ternyata diantara 10 besar Ulama kalangan sahabat sahabat yang dijamin masuk jannah (surga) tanpa hisab. Jika ada kalangan yang menghembuskan ajaran dengan anti Umar RA, anti Abu bakar RA, anti Usman RA dan hanya mengagungkan Imam Ali RA dan ini adalah bentuk penyimpangan nyata ajaran islam hingga akhir zaman. Diantara bentuk pujian terhadap Umar RA adalah : jawaban terhadap tawanan Badr dari Umar RA, ternyata ide briliannya dibenarkan wahyu. Kegundahanannya atas minuman khomr karena menyulut permusuhan antara orang Anshor dengan Sa'ad Bin Abi Waqosh RA (muhajirin) di Madinah, juga permohonan Umar RA agar segera muncul wahyu tentang hukum tegasnya khomr (minuman memabukkan), dan masih banyak lagi manakib (jejak napak tilas) insan yang memiliki gelar Al Faruq itu.

sumber : meta online

Meski di dalam khilafahnya, ada sedikit cresh (kontra) dengan Kholid Bin Walid RA di bumi Syam sebagai tempat tugas sang pedang Alloh itu (saifulloh) yakni dengan dicopotnya jabatan Kholid RA bukan berarti itu menandakan kekurangan Umar RA. Secara edukasi, jika terlalu memegang kendali tanpa pergantian, justru bisa melemahkan atau mengurangi jatah kesiapan calon pengganti dan sebagai panglima pengalaman, Kholid tetap berbesar hati karena ini adalah perintah khalifatulloh yang recomended prestasinya. Bagi para pembenci para sahabat sahabat nabi Muhammad SAW khususnya yang dihembuskan kepada 4 sahabat besar (kibar), untuk semestinya menyadari saat ini bahwa saat berkunjung di Madinah, tak bisa dipungkiri bahwa Umar RA makam nya bersama dengan insan terbaik sepanjang zaman (khoirul anam saairuz zamaan).

Ada hadist yang menjelaskan tentang sebuah tempat yang indah di Jannah yang akan disiapkan untuk Umar Bin Khottob RA dengan di sekitar istana tsb ada gadis/ perawan yang sedang berwudhu, dan ini ada dalam mimpi Nabi Muhammad SAW. Meski dalam hadis ini diselipkan pula nama Rumaisho (istri Abu Tholhah RA) dimana di seputar Rumaisho ada langkah langkah sandal Bilal Bin Rabah RA. Sedangkan istana untuk Umar RA, dengan lafadz yang lainnya (menunjukkan keutamaan Bilal Bin Rabah RA yang bekas budak dan masuk islam awal awal meski dengan siksaan majikannya). 

klik untuk perbesar - hadist bukhory

Dari hadist itu bisa diambil beberapa faedah, hikmah antara lain :
  1. Jabir Bin Abdullah RA selaku pendengar-1 hadist termasuk sahabat beruntung karena mendengar khabar mimpi nabi Muhammad SAW yang juga wahyu
  2. Rumaisho, yang kadang diartikan bertahi lalat spt terjemah tsb, adalah nama istri setelah Ummu Salamah (ibunya Anas Bin Malik RA) dan menempati juga di jannah
  3. Bilal Bin Rabah RA, meski mantan budak dengan suara sandalnya di jannah otomatis beliau juga termasuk ahlul jannah (penduduk surga)
  4. Arti hamba sahaya dalam terjemahan google dokument itu kurang tepat, jariyah : memiliki arti yang banyak. Di surga tidak pantas dengan kata hamba sahaya (budak). yang tepat adalah : gadis, perawan
  5. Kecemburuan Nabi SAW menunjukkan, sebagai sesama manusia (insan biasa) untuk menjadikan pelajaran bahwa kedudukan seseorang terkadang bisa memunculkan sifat cemburu. Namun Nabi Muhammad SAW hanya menunjukkan sebatas pelajaran wajar sesama manusia
  6. Jawaban Umar RA menunjukkan kecerdasannya, bagaimana mungkin Umar RA meski sudah dinyatakan ahli surga bisa mencemburui insan kamil (manusia sempurna) seperti yang disandang menantu sendiri yg juga seorang utusan Alloh SWT  (Umar RA adalah ayahanda Khafsoh RA, diantara istri nabi SAW).
  7.  Ucapan semacam sumpah : demi bapak ibuku, bapak ibuku sebagai tebusan adalah kalimat biasa di ranah tanah arab saat itu dan biasa diucapkan siapa saja baik ia muslim atau bukan kalangan muslim. Mungkin saat ini sudah tidak pantas diucapkan, karena sudah ada ajaran sumpah hanya dengan menisbatkan kepada Alloh SWT baik dengan ucapan : Billahi, Wallohi, Tallohi , dll yang artinya " demi Alloh "
rumaisho : sebuah nama dipakai situs dakwah 


wallohu A'lam