Monday, October 9, 2017

Malu Pada Semut Merah Yang Berbaris Di Dinding

Malu Pada Semut Merah Yang Berbaris Di Dinding, adalah potongan bait bait sebuah lagu jenis lama ( jadoel ) yang dibawakan Obby Mesakh yang populer di tahun 80-90 an. Ada yang hafal ?, insya Alloh masih banyak sebab penikmat musik lawas itu ibarat penggemar motor lawas, tidak berkurang namun malah bertambah. Simak maraknya grup grup baru di media sosial terutama facebook, instagram dan lain lain. Dengan hadirnya WA ( whatsapp ) dengan aplikasi nomor HP yang utama memungkinkan menjaring rekan atau kawan lama untuk selanjutnya bergabung dalam wadah komunitas, dan paling awet serta efektiv adalah teman di sekolah. Penulis sendiri meskipun dengan berbagai latar belakang kawan kawan saat ini, tetap memiliki nuansa, anggap saja eksistensi saat ini tidak akan terjadi tanpa mereka. Selisih paham atau beda pendapat bukan jadi persoalan besar. Yang ini cukup sulit dan sukar bagi sekalian kalangan. Baru saja menuliskan komentar disamping nulis artikel ini, ada yang left atau keluar grup, meski pandangan atau tulisan di komentar berdasarkan fakta, itupun sudah bikin sebagian kurang nyaman dan hasil akhirnya left/ keluar.

Mereka Yang Punya Gawe - 1 Kelas Sebagai SC

Menempatkan judul dengan potongan sebuah lagu yakni Malu Pada Semut Merah Yang Berbaris Di Dinding, sangat erat sekai dengan situasi dan kondisi masa masa sekolah. Bahkan berbagai pertemuan yang digelar via wedangan dadakan, reuni kecil,pembentukan pengurus angkatan hingga acara besar, selalu teringat masa masa di sekolah dahulu dengan aneka kenakalan, kecerobohan, membolos, berkelahi, cinta monyet, lupa belajar padahal ada ulangan, banyaknya bon di kantin, kehujanan tak bisa pulang, dll. Bahkan di grup SD kami, pernah terjadi memecahkan kacamata Pak Guru akhirnya dihukum ( disetrap ) dengan main bola di halaman full SD Kawatan 19 Surakarta dengan tanpa baju. Termasuk pertandingan antar kelas, yang supporternya saling berteriak teriak sebagai tanda semangat. Masa lalu memang selalu enak dikenang dan jika ada atau boleh, ingin kembali ke masa itu....hehehehe, jelas tak mungkin ya gand.

Cak Nun nya Angkatan 84 SMP Begalon

Kenapa masa lalu apalagi dengan adanya pertumbuhan grup WA makin bertambah, bertambah pula grup grup ?. Sebuah keniscayaan saja, atau hukum alam bahwa manusia akan berkumpul dengan yang terdekat terlebih alami masa sehari hari. Dari 1 sekolah yang mungkin jumlahnya hingga ratusan, akhirnya pecah telur lagi menjadi grup 1 kelas yang maksimumnya 30-40 anggota saja. Tentu 1 kelas akan mengerucut lagi tergantung kemampuan jari jemari dan batteray nya. Umumnya perkelas dibutuhkan saat menjadi tim utama, panitya, tuan rumah, sohibul bait dan semisalnya sehingga perlulah dibuat 1 grup @kelas. Bisa jadi 1 kelas pun masih dipecah pecah lagi menjadi tim inti ( steering comitte ) karena hanya beberapa personil saja yang bekerja efektiv karena menyangkut pembicaraan agak rahasia, alokasi dan distribusi anggaran, hingga hasil akhir yang akhirnya akan diumumkan kemudian menjadi kas, simpanan @kelas. Dan insya Alloh, suatu saat kas ini yang sifatnya insidensial akan ada manfaatnya terutama berkaitan dengan masalah sosial seperti : ada yang terkena musibah baik yang bersangkutan hingga bersifat santunan saja ( support aid ).

Penyemangat Grup W.A

Mungkin teori pecah belah grup ini sudah dikenal zaman dahulu yang dalam istilah sejarah dikenal divide at impera dengan media adalah wilayah yang menjadi jajahan. Di dunia medsos zaman moderen, beralih fungsi menjadi manfaat sosial yang lebih mengecil untuk membatasi kelompok atau persamaan identitas. Belum tahu apakah tiap kelas itu juga ada grup khusus, misalnya yang wanita saja. Atau saat sekolah dulu punya fans, klub, geng, kelompok belajar hingga cewek atau cowok yang ditaksir ?, jawabnya terserah anda sekalian para pengguna WA yang terhormat. Yang pasti tiap kopdar ( kopi darat atau pertemuan langsung ) dengan teman teman lama, bila kumpul di suatu tempat baik food corner atau wisata saat berkendara bersama sama dan diver menyalakan lagu Obbie Messakh maka akan terbayang masa masa lalu yang indah, polos, lugu, culun dan apa adanya. Tentu tak hanya Obbie Mesakh saja, semuanya tergantung periode mana yang bersangkutan berada. Khusus penulis yang eksis saat ini, judul yang disampaikan memang saat saat yang tepat di masanya.

Terlambat pun Jangan Kuatir Masbro

Pada foto foto yang diupload diatas contoh sederhana saja kegiatan pengajian satu angkatan SMP Al Islam Lulusan 1984 yang telah melaksanakan pengajian bersama dengan kepanityaan kelas 1D. Dengan ambil jarak sedikit keluar kota namun tidak juga terlalu jauh dengan berangkat bersama sama, menjadikan 1 angkatan " begitu dekat begitu nyata " setelah reuni besar kurang lebih 1,5 tahun yang lalu yang bisa menhadirkan hampir 80 persen seluruh angkatan dengan mengundang seluruh Guru Guru yang ada baik sudah purna tugas atau masih mengajar. Tentu persiapannya beda dengan pengajian yang sifatnya lokal, namun alhamdulillah masih ada tamu jauh yakni dari propinsi jawa Timur ( Madiun ) dan terima kasih brem brem nya yang menghiasi buah tangan khas daerah.















1 comments:

bagi pengalaman said...

klik gbr tuk perbesar, clik to extend pict