Wednesday, November 8, 2017

Kisah Tiga Abdullah Yang Mewarnai Solo Dan Madinah

Di era 80 an di kota Solo ada kisah unik dengan munculnya 3 tokoh dengan nama depan Abdullah. Hingga akrab dan guyubnya ketiga nama itu melekat di kalangan komunitas pengajianan baik kuliah shubuh atau pengajian malam harian ( misalnya dalam rangka Isro' Mi'roj, Nuzulul Quran dll ). Peran mereka cukup menjadi bukti hingga saat ini. Siapa mereka ?. Adalah Abdullah Sungkar ( merintis ponpes Ngruki ) dan sempat menghilang beberapa waktu saat Orba bersama ust Abu Bakar Ba'asyir , yang kedua Abdullah Tufail Saputra yang terkenal MTA nya ( bisa simak hari ini lembaga pengajian ini masih kokoh dengan beberapa usaha yang mandiri ) seperti air mineral merek Kaafuur. Yang ketiga Abdullah Marzuki yang dengan profesi Guru serta ketekunannya merintis Tiga Serangkai yang berdiri kokoh kantornya di utara Sriwedari dengan berbagai unit usaha tak terbatas dengan buku saja. 

Abdullah Sungkar

Masing masing, kami ada pengalaman dengan ketiganya. Pertama, Abdullah Sungkar ( alm ), beliaulah orator ulung saat itu. Dengan marga Sungkar yang berperawakan tinggi besar serta gagah serta wibawa dengan motor khasnya Yamaha L2 Super, namun bila sudah di mimbar/ podium kami ibaratkan seperti N Musa AS di kalangan Bani Israil sesaat sebelum bertemu N Khidir AS yang memukau pendengarnya dari sedih, gembira, semangat bahkan saking beraninya Bani Israil mengkritisi/ mengetes N Musa AS ( baca kisah asbabun nuzul QS Al Khafi ). Membuat tertawa hadirin juga bisa, membuat sedih juga mampu dan membakar semangat ? inilah ciri utamanya. Dengan intonasi suara dari rendah hingga tinggi mampu beliau suarakan dalam satu session pengajian. Meski termasuk perokok berat, namun tak mengurangi khas nya sebagai orator/ mubaligh yang disegani sebab keteguhan prinsipnya yang jadikan harus hijrah ke mancanegara karena masuk daftar kalangan radikal ( meminjam istilah bahasa sekarang ). 

Abdullah Thufail Saputra

Kedua Abdullah Tufail Saputra, khusus yang ini tak begitu mengikuti pengajiannya karena MTA memang memberlakukan keanggotaan wajib aktiv. Ada 1 siswa ponpes Nirbitan yang menjadi anggota MTA ini dan nampaknya sering terjadi perdebatan di kalangan sesama santri Nirbitan, kalau tak salah namanya Agung seorang siswa PGAN ( sekolah di utara Sriwedari ) yang dulu kampus Mambaul ulum. Ada yang unik dengan pimpinan MTA saat itu, yakni tiap bulan selalu memberikan semacam logistik untuk alm. KH Abdussomad Nirbitan berupa 1 karung beras. Karena saat itu MTA memang agak dekat atau berkolaborasi dengan Golkar sebagai partai penguasa, mobil angkutan beras itu oleh alm Abdusomad ditolak masuk halamannya hanya karena ada label MTA nya. Kok bisa ? Wallohu A'lam, yang jelas tetap diterima berasnya namun mobilnya disuruh berada di luar halaman.

Abdullah Marzuki TS

Untuk pemilik Tiga Serangkai yakni Abdullah Marzuki, memang pantas sebagai Guru yang penyabar. Kenangan indah saat MPI berdiri yang kepanjangannya Majelis Pengajian Indonesia membuka pengajian umum. Anak anak ponpes Nirbitan selalu menyempatkan bila jadwal pengajian tiap pekan diadakan bahkan dengan jalan kaki bersarung semuanya. Terkenal dengan pengajian piringan ( jaburannya pakai nasi ). Pekan berganti pekan, akhirnya beliau tahu diantara pendengar masih keluarga alm Abdussomad Nirbitan. Akhirnya konsumsi dibedakan, kami diberikan rantang ( wadah khas makanan ) yang terdiri 3 yakni untuk sendiri, untuk alm KH Musthofa dan satunya buat alm KH Abdusomad dan berlangsung kira kira setahun. Karena alami penyesuaian dengan berkembangnya TS ( Tiga Serangkai ) dari MPI inilah akhirnya berkembang pesat hingga saat ini. Gedung MPI waktu itu berada di timur kantor TS dan masih sederhana keadaanya. Pengajian piringan yang terkenal saat itu disamping di TS, di rumah model putri Solo Indri Hapsari ( sekarang barat rumah Pak Purnomo Wawali Solo ).

Bengkel Montecarlo : TS Grup

Yahh, kanjeng pembaca yang budiman. Ketiganya, telah menorehkan sejarah yang sekarang bisa dilihat dengan kasad mata. Meski ketiganya berbeda dalam visi, akan tetapi selalu berbarengan dalam mewujudkan cita citanya yang luhur. Ada yang segmennya pengusaha ( TS ), Pondok Pesantren ( Ngruki ), dan lembaga pengajian dengan banyak cabang ( MTA ). 

Di kalangan salaf yakni sahabat sahabat Nabi Muhammad SAW juga dikenal dengan Tiga Abdullah yang masing masing kedudukannya cukup membuat kalangan musrik dan yahudi bergetar. Siapa mereka ?. Adalah Abdullah Bin Zubeir RA ( Staff Inteljend Nabi ), Abdullah Bin Abbas RA ( Pakar Tafsir yang dikenal Tafsir Ibnu Abbas ), Dan Abdullah Bin Ja'far Bin Abu Tholib RA ( hampir sama seperti Abdullah Bin Zubeir RA ). Abdullah Bin Abbas RA putra paman Nabi SAW yakni Abbas Bin Abdul Mutholib. Abdullah Bin Zubeir Bin Awwam RA, pasukan khusus Nabi sekaligus nantinya menjadi Ulama Besar Makkah dan sebenarnya beliaulah yang pantas memimpin Makkah.

3 Abdulah Era Sahabat Nabi
klik untuk memperbesar

Namun gejolak politik nantinya berkata lain dan Abdullah Bin Zubeir RA adalah keponakan dari Khadijah RA ( istri pertama N Muhammad SAW ) serta putra dari Asma Binti Abu Bakar RA. Cukup besar pengaruh ketiga Abdullah itu saat permulaan Islam yang dimulai dari Madinah Munawwaroh. Ada riwayat cukup unik yang menimpa ketiganya , Bukhori : 3082 ( asli ) dan Google : 2852. Ide menuliskan 3 Abdullah rasanya bila hanya di Madinah, mungkin terlalu besar kisahnya. Dikaitkan dengan Solo yang lebih Indonesia, nampaknya jadilah kisah tiga abdullah yang mewarnai solo dan madinah







0 comments: