Friday, February 2, 2018

Bertemu Lagi Nama Imron

Pernah menulis dengan tema muroh labib & imron, akhirnya ingin dan menorehlan lagi kenangan bersama nama Imron. Yg pernah mengisi perjalanan diantaranya : Mas Muhammad Imron, sang model serba bisa sekolah menengah pertama era 85 an yang merupakan Qori 3 besar Surakarta. Suara lembut khasnya membuat para penggemar qiroah ( murottal belum ada ), terkesan dengan Mas Muhammad Imron. Berasal dari keluarga pengusaha sepatu yang masih eksis hingga sekarang dan masih bermukim di Solo.


Masih agak mirip dan skill sama, Mas Amron yang menghuni di ponpes Nirbitan yang mengajari qiroah di masjid Al Huda. Sampai sekarang penulis masih hapal yakni lagu khasnya untuk qiroah QS Hud  95  dan lagu yang masih diingat tepat pas nada hijaz yakni di ayat  101. Dengan power cukup tinggi, seangkatan mas Amron ini mengingatnya sebagai masternya qori di Nirbitan saat itu pasca Khozin Boyolali lulus SMA nya. Yang asli Imron, seangkatan kakak saya seorang pelukis sketsa dan realistis di pondok Nirbitan. Rambut kriting dan suka pakai baju tidak dimasukkan adalah cirikhas yang sampai sekarang masih hapal benar disamping nama seniman SMA yang masyhur Mas Fahris. Terakhir temu mas Fahris saat silaturahim dan reuni akbar tahun lalu ( 2016 ) di Honggowongso dan berkenan menutup acara dengan suaranya yang merdu yang memang diadakan oleh Panitya.

inzet : tanda merah adalah mulai pembacaan

Contoh Scanning Kitab Muroh Labib
Imron lainnya adalah pengusaha kemasan ( emas dan saudaranya ) yang terkenal di kampung kemasan-nirbitan. menjadi donatur tetap masjid Al Huda, konglomerat era 80-90 an ini dikenal dengan sang kaya yang dermawan. Kerap penulis difasilitasi untuk main tenis meja di rumahnya hingga menginjak SLTP dan sesudah itu tak pernah lagi, masuk SMA hanya sebatas classmeeting. Tempat tinggalnya dekat lapangan Tipes saat itu yang awal awal Arseto Solo latihan dari klas anak anak hingga klub profesional binaan keluarga cendana ( orde baru ).

inzet : tanda merah adalah akhir pembacaan

Scanning S Ali Imron 110-111 Bag-2
Terakhir mungkin akan terkenang dan cukup lama bersama adalah : Imron Jamil, seorang kyai dan ulama Jombang terkemuka yang siaran siaran pembacaan kitab Al Hikam yang ulasan singkatnya disini. Tiap jam 22.00 ( 10 malam di radio Al Hidayah FM Solo membuat streaming untuk siaran ini meski sifatnya rekam ulang. Penjelasan dengan pendekatan contoh sehari hari membuat Al Hikam makin memikat para pendengarnya, apalagi dengan modal Quran dan beberapa hadist yang sudah pernah diterima, membuat Al Hikam sebuah kangen tersendiri. Tak seperti anggapan banyak orang, tasawuf, makrifat dan hakikat adalah utopis belaka. Ternyata penyusun tetap menyandarkan Al Quran dan Hadis Sahih serta kisah Ulama Ulama besar dalam bahasannya.

Branding KH Imron Jamil karena pembacaan Muroh Labib disiarkan di berbagai radio baik Jawa Timur serta Jawa Tengah. Setelah agak susah payah browsing atau searching, akhirnya temu juga kitab muroh labib dengan format scanning file ( *.jpg ) lebih kurang 1000 halaman. Saat siaran di radio Al Hidayah FM Solo, antara jam 16.00-17.00 selalu menyempatkan bila tk ada acara penting untuk simak acara spesial ini dengan membuka unduhan Muroh Labib meski dengan format gambar. Inilah ngaji online gaya baru ( bid'ah ), insya Alloh bukan dholalah. Sebab di radio diputar dengan rekamannya, sementara pendengar nyimak dengan text aslinya via digital data. Hanya dengan cara ini bisa dilakukan, secara prinsip materi dan tema kepegang, dan betapa besar pahala kalangan yang menyebarkan scanning foto tersebut sebab meski agak miring miring tetap terbaca dengan jelas.

Dengan meng-klik gambar/ scanning foto, lalu simaklah kajian/ pembacaan oleh KH Imron Jamil berikut seperti mengkaji secara langsung. Foto scanning bisa disimpan dalam hardisk atau flash sesuai keinginan anda. Bisa dikatakan, mungkin ini cara baru memperoleh sumber aslinya meski dengan duplikasi atau bahasa santrinya : sorogan online, dengan klik link di bawah ini










0 comments: