Monday, June 10, 2019

NAPAK TILAS DAN MANAKIB K.H. ABDUSSOMAD NIRBITAN

Giliran cucu putri alm. KH Abdussomad Nirbitan yang menggelar hajatan syawalan tahun ini (2019 M/ 1440 H) yakni di Klaten Jawa Tengah, tepatnya di rmh sdr i Farida Asriyah Subarjo kawasan MAN 2 Klaten, sementara sebelumnya mengambil tempat di Semarang (keluarga besar alm Muhab Arifin bin Abdussomad, Arjuno Semarang). Syawalan yang sudah berjalan (kalau tak salah sejak tahun 1975 ini) memang sebuah hajatan/ tradisi yang cukup bagus dalam khazanah pengalaman ajaran Islam yakni Silaturahim dan mengurai manakib (sejarah dan napak tilas) kepada siapapun yang pernah berjasa hingga membentuk sebuah bani atau keluarga besar.


Tempat atau Lokasi Acara

Napak Tilas, menjadi tema umum dan sudah dikenal khalayak. Sementara Manakib, yang selama ini akrab di kalangan kaum sarungan (nahdiyyin) dengan istilah manaqiban , pun sebenarnya bukan istilah yang baru. Yang biasa dengan kajian hadist, sebut saja Sahih Bukhory, di jilid 2 ada bab khusus tentang Manakib Rasululloh SAW serta Manakib sahabat sahabat Beliau termasuk manakib (sejarah/ kisah nabi nabi yang lain). Manakib ini memang umumnya kepada mereka yang sudah berjasa besar terhadap sejarah eksistensi islam hingga akhir zaman. Baik dari kalangan anbiya' (para nabi nabi), sahabat sahabat nabi, kalangan salaful uumah, auliya' (para wali wali) bahkan tidak tertutup kemungkinan kepada mereka yang memang masih hidup jika memang perannya cukup besar. Hanya secara etika, manakib akan disusun setelah mereka wafat dan ada interval berjalannya waktu. Cerita, tulisan, pidato/ ceramah, napak tilas, derap langkah dll akan mengisi dimana manakib ini akan disusun/ disebar luaskan. 

Bab Manakib Dalam Sahih Bukhory

Yang sering dikenal semisal manakib : syeh Abdul Qodir Jilany, Imam Al Barzanzyi, Imam Ibnu Athoilah dll  Bahkan Imam Bukhory menuliskan Bab : Manakib Quraisy sebagai bahan penulisan beberapa hadis sahihnya. Quraisy, jelas bukan dominasi orang per orang, namun sebuah kabilah/ komunitas dari bangsa arab yang memang cukup besar perannya dalam eksistensi dan pengembangan islam hingga meluas saat itu. Khusus alm. KH Abdussomad yang menurut penuturan putra yang menjelaskan saat itu (M. Soleh, Magelang).


KH Abdussomad, KH Mursidi, KH M.Bilal (memo)

Perannya dalam perjuangan dan pendidikan tak bisa dipungkiri, dengan berdirinya sekolah di lingkungan Al Islam Surakarta Jawa Tengah bersama alm. KH Ghozali alm serta alm KH Abdumanaf. Secara aqidah pernah akrab dengan alm KH H.Muhammad Bilal kauman, namun di kancah sosial, kemasyarakatan serta pendidikan yang agak menonjol : alm KH Abdussomad Nirbitan. Termasuk pendirian NDM (Nahdatul Muslimat) yang sekarang cukup berkembang dengan corak baru model pengembangannya, yang dikelola oleh menantu Dr. Amin Romas

Diantara Cucu Yang Hadir

Kesemuanya diantara murid murid alm KH Abu 'Amar Jamsaren, yang saat itu menjadi diantara sokoguru ponpes di Indonesia. Akhirnya alm Abdussomad yang aslinya bernama Abdoellah, diambil menantu oleh sang Guru alm KH. Abu 'Amar Jamsaren dengan dijodohkannya dengan putrinya alm. Nyai Umul Kirom, yang tentu penulis cukup manggil Mbah Putri. Nama Nirbitan sendiri, tentu aagak membingungkan para pemakai GPS, karena tergusur dengan alamat nama jalan atau kampung (tipes sebagai kalurahan).

Diantara Cucu cucu Almarhum

Penjelasan serta napak tilas dan manakib KH Abdussomad Nirbitan diuraikan dalam bentuk ceramah berikut ini oleh Bp. H.M. Sholeh, putra beliau yang domisili di Magelang Jawa Tengah. meski singkat namun cukup padat berikut ini, termasuk pertemuannya dengan Van Der Plaash (tokoh theology islam zaman kolonial) yang sejalan pemikirannya dengan Snouck Horgronye (di Aceh). Rekaman ceramah oleh beliau putranda alm KH Abdusoomad disampaikan dan kami subscribe kan dalam bentuk/ format *.mp3 (ringan downloadnya)




Tulisan ini masih terpisah pisah, dan kemungkinan perlu kelanjutan manakib dari sisi lainnya hingga penyusunan akan lebih lengkap dari sebelumnya. Tulisan yang pernah ada dalam portal ini adalah sosok simbah abdussomad oleh putra beliau : widadi yang terbit beberapa waktu lalu serta legal formal peninggalan alm.abbdusoomad nirbitan. Dengan tulisan ketiga ini, insya Alloh akan muncul kelengkapan berikutnya (diharapkan).

Emak emak  nyempatkan belanja di tmp acara

Oleh karenanya para anak cucu serta cicit nya akan memaknai beberapa peran yang telah dilakukan para pendahulunya, untuk seterusnya diteruskan uswah uswah yang hasanah, di samping meneruskan beberapa pesan/ wasiyat yang belum sempat dilakukan. Meski zaman berbeda, namun spirit tetap akan berlangsung seiring perubahan zaman.....insya Alloh.



1 comments:

bagi pengalaman said...

silakan kirim foto foto yang lain biar ramai dan lengkap, ke WA mas ipung/ saiful hadi, nirbitan. Jika ada yg khusus ttg simbah almarhum, lainnya jg OK, ntar disusun bareng bareng di blog ini juga, biar aman sepanjang masa