Sunday, December 1, 2019

Fisik Kurang Bukan Hambatan Untuk Berprestasi

Sayang sekali lupa menanyakan nama gadis riau yang atlit pelatnas tenis meja yang sedang persiapan kejuaraan asia tenggara di philipina. Tadi pagi si gadis sebut saja Rina, berkerudung memakai kursi roda dan sedang menginap di hotel Kusuma Solo menyempatkan latihan stroke-an (pemanasan) di Car Free Day 1 Desember 2019. Ditemani atlit pria sebagai pembantu pengambil bola, latihan sedikit agak lancar. Penonton yang barusan usai latihan adalah anggota PTM Car Freeday, yang usianya sudah lebih 5 tahun. Kami gabung sekitar tahun 2015, lumayan sudah 4 th an. sangsupersekali kali ini dengan sudut atau tema lain mengusung Fisk Kurang Bukan Hambatan Untuk Berprestasi, nampaknya cukup masuk alasan karena memang agak jarang jangkauan umum.

(inzet video : menggayengkan strok an)



Dengan menyandang atlit NPC (national paragames competition) yang pusat latihan nasionalnya di Solo, dan kantor nya depan UNS menjadikan atlit paragames bisa mengisi dunia olah raga nasional hingga internasional. Kebetulan tadi hadir Pak Walikota Solo Bp Rudi, yang memang salah satu penggemar tenismeja serta pembina PTMSI Solo, ambil bagian untuk latihan atau sekedar say hello dengan pemain. Sempat kami strok-an sebentar dengan Rina dan ternyata smash dan spins nya cukup kencang. Blok blok smash yang kami buat untuk latihan defense, agak kedodoran. Maklum dengan backhand berkaret hitam dengan butterfly tenergi klas KW...hehehehehe. Jangan ditiru yaa....Harganya terjangkau, akan tetapi untuk spin backhand agak kurang power, cuma untuk caps atau chops lumayan kecer (seser : bhs jawa).

walikota solo berkaos merah
Rasanya pagi hari tadi cukup berkesan, karena kedatangan atlit nasional klas NPC yang tarafnya nasional, dan bisa latihan bersama. Tentu saja, dengan situasi fisik demikian cukup mengundang penonton cukup berkesan serta mengharukan. Banyak yang ambil gambar, foto, selfi namun latihan tetap berlangsung. Welcome di kota Solo mbak Rina (sebut saja demikian) menikmati : sego liwet, wedangan susu jahe serta nasi kucing atau thengkleng atau cabuk rambak yang menjadi makanan khas Solo. Semoga latihan menghadapi pertandingan di Philipina berjalan lancar, dan kalau bisa mendapatkan medali emas....amin. Minim 3 besar atau apapun prestasinya, fisik cacat bukan halangan untuk berprestasi.

0 comments: