Saturday, March 14, 2020

Keutamaan Ummu Salamah Sebagai Istri Rasululloh SAW

Diantara dinamika rumah tangga junjungan umat manusia dunia (kaffatan lin nas), yakni Rosululloh SAW ada nama Ummu Salamah RA. Ketenaran Aisyah RA tentu tak diragukan lagi karena separuh urusan agama disisi Alloh SWT ada di tangan beliau. Ada sisi positif tentu tak menutup kemungkinan jadi negatif bagi para pelaku yang kebetulan menjadi bagian dari kisah (action) saat peristiwa berlangsung. Tulisan ini terinspirasi idenya dari sebuah hadist tertera dalam hadist Bukhori dengan nomor : 3775 (asli) dan terjemahan hasil download (3491). Salah peristiwa penting adalah pemeberian hadiah yang diberikan kepada Rasululloh SAW di saat jam besuk (kunjungan) kepada beberapa istrinya. 


Para sahabat sahabat Nabi SAW amat suka sekali memberikan hadiah dimana jam kunjungnya jatuh di tempat Aisyah RA. Hal ini tak salah bila merujuk beberapa ayat ayat atau wahyu lainnya sering diterima Beliau SAW saat di tempat (hunian) Aisyah RA. Sebagaimana tersebut dalam hadist di bawah /gbr.2

Aisyah RA bisa dikatakan menjadi bagian terkenal diantara istri istri Beliau SAW dalam hal jam kunjung, hal ini bisa diketahui dari hadist sebelumnya yakni (nomor 3490) dimana pada kisah (manakib) Aisyah RA ini rasululloh SAW menjadi tenang saat posisinya di tempatAisyah RA. Disimak dari matan (materi) hadist ini, nampak keadaan Nabi Muhammad SAW sedang menjelang akhir akhir hayatnya. Yakni ditandai sampai beliau terlihat seperti orang yang yang sedang lupa, dimana hari ini harus berkunjung. Akhirnya sitasi menjadi tenang setelah tahu bahwa hari itu tempatnya di rumah Aisyah RA.

Khusus yang mengenai Ummu Salamah RA, dari hadist 3491 diambil beberapa petikan pelajaran sebagai berikut :

gbr.2 : Hadist Ummu Salamah

Aisyah RA bisa dikatakan menjadi bagian terkenal diantara istri istri Beliau SAW dalam hal jam kunjung, hal ini bisa diketahui dari hadist sebelumnya yakni (nomor 3490) dimana pada kisah (manakib) Aisyah RA ini rasululloh SAW menjadi tenang saat posisinya di tempatAisyah RA. Disimak dari matan (materi) hadist ini, nampak keadaan Nabi Muhammad SAW sedang menjelang akhir akhir hayatnya. Yakni ditandai sampai beliau terlihat seperti orang yang yang sedang lupa, dimana hari ini harus berkunjung. Akhirnya sitasi menjadi tenang setelah tahu bahwa hari itu tempatnya di rumah Aisyah RA.

Khusus yang mengenai Ummu Salamah RA, dari hadist 3491 diambil beberapa petikan pelajaran sebagai berikut :
  1. Orang orang (dalam hal sahabat sahabat yang ada di Madinah) amat suka memberi semacam hadiah jika jadwal Nabi SAW di tempat Aisyah RA
  2. Ada kecemburuan di kalangan mereka (istri istri Nabi) terutama masa akhir akhir hayatnya, ditandai dengan berkumpulnya mereka (tentu bukan nggosip ala zaman sekarang), tentang waktu kunjung itu yang terasa stimewa di rumah Aisyah RA
  3. Ummu Salamah RA menjadi rujukan para istri tersebut (diluar Aisyah RA tentunya) adalah menjadi nilai lebih Ummu Salamah RA
  4. Mendiamkan orang yang berusaha bertanya atau minta klarifikasi, sebaiknya jangan sampai lebih dari 2X. Pertanyaan yang sama masuk waktu yang ketiga, sebaiknya segera di jawab. Simak pula kisah Nabi Khidir AS mendiamkan Nabi Musa AS dalam QS Al Kahfi yang giliran pelajaran ketiga, Nabi Khidir AS memberi keputusan dan menjelaskan apa apa yang telah dilakukan. Dua kali N Musa AS didiamkan, atas materi yang sedang dilakukan N Khidir AS yang kejadianya diluar akal sehat (merusak kapal, membunuh anak kecil). Usai materi ketiga yakni tak ambil upah saat renovasi rumah, beliau Khidir AS menjelaskan hal hal yang selama ini Beliau memberikan pelajaran kepada N Musa AS.

Kesukaan Nabi Muhammad SAW berada di rumah Aisyah RA, tak lain karena di sisi wanita inilah terkadang pesan pesan penting muncul dan diturunkan, bahkan ditandai dengan banyaknya riwayat dari ibunda ini yang tercatat lebih dari 2000 hadist (riwayat). Sebuah prestasi tida tara untuk wanita manapun di dunia sepanjang zaman baik hadist yang pendek atau panjang, Aisyah RA berperan dalam berbagai kejadian. Silakan brwsing tentang hadist Ifki (fitnah keji/ tuduhan kepada Aisyah RA yang katanya berzina dengan sahabat paling akhir pulang dari perang Bani Musthaliq) yang akhirnya turun surah An Nur khususnya ayat 11-20 an. Yang akhirnya dengan wahyu ini membebaskan Aisyah RA dari fitnah keji yang dibesar besarkan munafik Abdullah Bin Ubay bin Salul.

Masing masing istri Rasululloh SAW memang memiliki keutamaan yang salin berbeda. Sebut saja, Zainab RA yang mantan istri pembantunya sendiri (Zaid RA) yang kisahnya ada dalam QS Al Ahzab. Zainab RA adalah wanita mandiri, banyak sedekah dan punya ketrampilan dalam berusaha (wiraswasta). Aisyah RA berkemampuan dalam menyaring informasi wahyu, lalu memahamkan serta sering Aisyah RA berkomentar atas silang pendapat yang terjadi antar sahabat sahabat Nabi SAW terutama seteleh beliau wafat. Baik dalam satu perkara atau beberapa perkara. Lalu Ummu Salamah RA bagaimana perannya ?.

Diantara peran utama Ummu Salamah RA adalah wanita yang diminta pendapat tatkala Rasululloh SAW sedang dalam kegalauan usai perjanjian Hudaibiyah yang para sahabat sahabat agak kurang puas dengan kesepakatan damai (gencatan senjata 10 tahun) dengan kafir/ musrik Makkah. Kesepakatan agak kurang diterima akal sehat meski klasnya para sahabat sahabat Nabi SAW saat itu. Untuk mengobati kekecewaan gagalnya umroh meski posisi sudah dekat Makkah, Beliau SAW memerintahkan untuk menyembelih hewan sebagai hadyu (niayatan awal) serta tahallul. Nampaknya para sahabat tidak bergeming dengan perintah Nabi SAW itu meski sudah dijelaskan usai kesepakatan yang saksi utamanya adalah sahabat sahabat besar. Akhirnya Beliau mendatangi Ummu Salamah RA dengan minta pendapat tentang kurang responnya para sahabatnya. Ummu Salamah RA akhirnya memberi saran, agar Rasululloh SAW langsung action dengan : menyembelih hewan itu serta tahallul. Dan ternyata, masukan Ummu Salamah RA sangat mujarab, dengan aksi langsung Rasululloh SAW akhirnya diikuti rombongan yang rencana awalnya akan umroh, kurang lebih 1500 personil lengkap dengan persiapan hewan hewan yang akan dibawa untuk sedekah di Makkah. 

Dengan penggabungan peristiwa peristiwa, juga tidak hanya 1 hadist (yang jadi obyek tulisan : 3491) akan nampak bahwa yang tertera di hadist tersebut akan semakin memperjelas kedudukan mereka mereka yang kebetulan tercatat daam periwayatan. Yakni : mengapa para istri itu mengadukan perkaranya kepada Ummu Salamah RA sementara selain Aisyah RA pun masing masing juga memiliki keunggulan baik uswah, cara berpikir, berpendapat  hingga amaliyah nya.


Wallohu A'lam

0 comments: