Tuesday, December 17, 2019

Haul Ke 108 Habib Ali Di Solo Dan Ekonomi Lokal Yang Terdongkrak

Haul ke 108 tahun Al Habib Ali Al Habsy di Solo masih berlangsung hari ini. Meski belum acara puncak yang masih menunggu esok hari (Rabu 18 Desember 2019, 21 Robi'ul Akhir 1441 H). Bila dikurangi dengan kelahiran Habib Ali alm yakni 1259, berarti (1441 - 1259 ) = 182 tahun, dengan haul yang 108, berarti beliau wafat dalam usia sekitar (182-108) = 74 tahun yang makamnya di Hadramaut (Yaman). Baru kali ini ada atensi atau perhatian dengan acara haul yang sudah rutin di kawasan Pasar Kliwon Solo (kawasan kampung komunitas Arab) yang sudah lama sejak alm Habib Alwi (putra Habib Ali) menginjakkan kakinya di Solo untuk masuk kancah dunia dakwah serta bergabung dengan Al Irsyad saat itu. Nama Al Irsyad tak akan lepas dari nama sebuah radio dakwah bernama radio ABC Surakarta. Sebuah media pernah bahas Manakib Habib Ali.



Dulu era 80-90 an para mubaligh Solo ditampung di radio itu dan hadir nama nama yang beken seperti : alm. Hasan Basri, alm Abdullah Sungkar, alm. Thoyib Mangkupranoto, alm Slamet Iskandar, alm Bakri Royani, alm Abdul Rouf, Abdul Rouf ini barangkali mirip KH Anwar Zahid saat ini yang pengajiannya selalu membuat kocak para pemirsanya baik online maupun offline, serta yang masih ada : ust Abu Bakar Ba'asyir yang memang terkenal vokal sejak orde baru Soeharto. Tentang peran keluarga Habib Alwi alm, kami mendengar justru dari radio Salafy yang mengudara tak tentu di tengah malam. Meski radio salafy sang narasumber mengkritisi cara muamalah munakahat (pernikahan) keluarga besar alm Habib Alwi (ayahnya alm Habib Anis yang wafat 2006) yakni menikahkan keluarga besarnya kepada sesama keluarga habaib saja. Namun jika untuk kepentingan penjagaan aqidah saat ini, memang itu hak dan ijtihad yang tak terbantahkan. Terlebih lagi masuk zaman fitnah akhir akahir ini, yang mana belum lama ada ceramah yang menuai protes keras karena menyinggung keberadaan masa kecil nabi Muhammad SAW yang cukup mengganggu komunitas habaib dan umat islam Indonesia.



Lahir 24 Syawal 1259 H di kota Qosm Hadramaut Yaman, alm Habib Ali memiliki orang tua yang memang syarat dan kental dengan pengajaran dinul islam yang ketat serta akhlakul karimah meniru para pendahulu (datuk datuk nya). Cerita dari kawan duduk majleis Habib Anis (pengajian rouhah siang masjid Riyadh Solo), Habib Ali rumahnya tak pernah lepas dari tamu atau siapa saja yang mampir dan disediakan makan minum (tho'am) secara cuma cuma. Minim dalam sehari tak kurang 100 orang yang mampir di rumah beliau. Habib Ali memiliki 5 putra, dan yang meneruskan dakwah islam di Indonesia khususnya Surakarta dikuasakan kepada putra bungsunya (alm Habib Alwi) yang makamnya juga ada di masjid Riyadh bersebelahan dengan alm Habib Anis juga alm. Habib Ahmad. Tiap hari ketiga makam dan masjid riyadh selalu ramai oleh pengunjung berbagai kota. Cara berziarah pun sudah disediakan buku panduan di lokasi. Memang agak sempit ukuran normal sebuah pemakaman, namun hal ini justru menjadikan para peziarah disarankan berdoa secukupnya dan seperlunya agar bisa bergantian. 

Habib Muhammad jelaskan manakib habib Ali 


Menurut habib muda Habib Muhammad Bin Husein Al Habsy, orang tua Habib Ali adalah diantara Guru hadratus syeh almukarom KH hasym Asy'ari pendiri NU di Indonesia. Secara otomatis karena pendiri NU ini seangkatan alm KH Ahmad Dahlan yakni pendiri Muhammadiyah di Indonesia. Dua muridnya sukses dengan mendirikan jam'iyaah NU serta perserikatan Muhammadiyah yang sudah mengisi dalam peran keummatan sebelum Indonesia merdeka 1945. Sedangkan pengajian waktu siang (rouhah) yang penulis sendiri sering ikuti adalah rintisan dari putra Habib Ali yakni Habib Alwi lalu diteruskan oleh Habib Anis. Haul (peringatan tahunan) ini meski berlangsung di kota Solo, namun insan yang insya Alloh diridhoi Alloh SWT justru wafat dan makamnya ada di negri Yaman. Kok bisa ?.

2 cucu habib Anis, kanan alumus T. Kimia UGM

Yahh, ini kebijakan tentunya dan yang lebih faham adalah keluarga besar alm Habib Anis Al Habsy yang terkenal murah senyum dan jika sedang mengadakan pengajian sedikit rileks namun tetap serius. Di samping itu Habib Anis cukup dikenal sosok yang cukup dermawan dan sesuai qosidah berikut ini beliau menuruni sifat sifat para pendahulunya yang ditekankan demikian terutama kalangan lemah (dhu'afa). Para abang becak yang biasa melayani alm Habib Anis sekitar masjid Riyadh, hal hal seperti ini memang memang menjadi buah bibir tentang kedermawanan Habib Anis.

kajian rouhah-siang rintisan habib Alwy

Dulu sering berkecimpung di even even ata acara motor klasik yang memang berjubel motor lansiran tua dan klasik, acara haul ke 108 ini rasanya hampir mirip dari sisi para pedagang atau lapaker yang mebuka stand (lapak) dari kecil hingga besar. Inilah keunikan tersendiri, acara haul berarti @tahun cukup membantu dan mendongkrak ekonomi kawasan Solo serta sekitar masjid Riyadh ditandai dengan : booking hotel yang selalu penuh baik hari ini atau tahun depan, muncul pedagang kagetan, rumah rumah penduduk beralih fungsi menjadi tempat singgah dan menginap hingga menyediakan makanan bak warung dadakan dengan tanpa tawar menawar. belum lagi parkir mobil pribadi dan motor yang jauh dari lokasi juga sumber income tersendiri dan karena berlangsung 3 hari maka cukup menjadi tambahan penghasilan yang berarti meski secara fisik memang cukup melelahkan. Impas lah gaya bahasa saat ini. Dari susunan lapak lapak memang pantas menyamai jambore motor klasik di Indonesia yang memang selalu ramai tiap even, bedanya kalau jambore motor itu tiap 3-4-5 tahun, sementara haul ini sesuai namanya : tahunan (tiap tahun).


jalan utama pun ditutup sementara

Kata Haul sndiri ada dalam Al Quran, yakni Haulaini : 2 tahun (untuk ibu yang menyusui anaknya dengan sempurna), QS Al baqoroh 233

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh...al aayah.


pengajian habib Anis putra Habib Alwi

Barokallohu Lahum (barokah buat mereka) yang sudah mensukseskan acara tahunan ini khususnya keluarga besar Habib Hasan Bin Anis Bin Alwi Bin Ali Al Habsy yang menjadi tuan rumah utama Haul 108 th Habib Ali di Solo. Dan kepada Habib Habib muda yang sekarang menjadi ustadz (narasumber) di kajian siang hari (rouhah) seperti : Habib Ali, Habib Umar, Habib Muhammad, Habib Alwi dll serta Habib Syeh yang selalu hadir bila tak ada acara di luar kota. Semoga semuanya diperpanjang usianya, berkah hidupnya serta masayrakat pada umumnya bisa mengambil manfaat dari sisi keilmuwan yang bersanad serta bertabarruk an karena bagian dari Ahlul Bait yang Alloh SWT sendiri yang mencanangkan program untuk selalu memurnikan aqidah serta selalu ingatkan umat islam agar setia dengan warisan para nabi nabi yakni ilmu, khususnya nabi terakhir N Muhammad SAW, seperti tersebut dalam QS Al Ahzab : 33.

Habib Muhammad dampingi HRS saat di Solo



Allohu A'lam


* NB ; sangat diucapkan rasa terima kasih bila ada yang memberikan masukan, saran, ralat atas tulisan ini karena sumber yang didapat masih jauh dari kelengkapan dan ksempurnaan. Mengingat yang dibahas adalah dzurriyah Nabi Muhammad SAW.

1 comments:

bagi pengalaman said...

Alhamdulillah, acara 3 hari sdh kelar dan sukses...ternyata para habaib dg izin Alloh ckp represent mendatangkan muslimin dg jml banyak