Wednesday, July 3, 2019

HABIB SYEH BICARA ROYALTI SHOLAWATAN

Di penghujung acara malam 10 hari terakhir, lupa malam itu keberapa Habib Syeh membuka dengan ceramah singkatnya cukup berbobot karena perhatiannya terhadap pendidikan agama. Beliau akan mengusulkan kepada dinas yang terkait  tentang masuknya anak anak sekolah agar masuk agak siangan terutama murid murid muslim saat ramadhan tiba. Tak lupa banyak orang cerdas yang menipu, terjadi akhir akhir ini bahkan sudah lampau terjadi. Meski bertajuk malam i'tikaf pada 10 hari terakhir, majelis ahbabul musthofa dengan gedung yang cukup megah yang bisa menampung lebih 500 jamaah cukup padat pengunjung. Dimulai jam 00.00 (12.00 malam) dimulailah majelis tersebut dan berakhir hingga jam 02.00 yang diteruskan dengan sahur bersama bagi yang tidak pulang karena jauh jaraknya.




Terlihat Habib Ali yang beliau sebut dengan  Habib muda yang cerdas dan sering membawakan shiroh nabawiyah serta tafsir maupun hadist dengan penyampaian yang cukup mudah diterima yang pernah ditulis di materi sebelumnya. Adalah 10 hari terakhir di majlis Habib Syeh, selalu meriah dan penuh jamaah baik putra maupun putri, dikemas dengan program lengkap dari ceramah yang multi tema, sholawatan penghilang rasa penat serta diselingi pembagian doorprice yang cukup wahh, kata sebagian pengunjung. Yang sudah dibagikan saat itu hampir 500 bh lebih sarung bermutu mereknya didistribusikan secara free alias gratis. Di akhir program i'tikaf biasanya dibagikan beberapa doorprice yang cukup besar nilainya. Tercatat beberapa jamaah diumrohkan termasuk peserta dari Bantul, serta informasi seorang jamaah setia dari Kartasuro yakni sempat dibebaskannya hutang seorang ghorim (beban hutang berat) sebesar lebih kurang 100 juta rupiah.




Yang tak kalah, yakni disinggung Habib Syeh bicara tentang, bagaimana dan apakah ada royalti terhadap sholawat yang sering dilagukan saat ini ?. Sempat disinggung pula, seandainya ada royalty berapakah yang diterima Imam Besar semacam Imam Ghozali tiap tahunnya ?. Hampir tiap hari warisan dan peninggalan Imam Ghozali selalu dibahas dimana mana, terutama karya monumntalnya Ihya' Ulumuddin (menghidupkan ilmu2 agama).  

Dengan interior yang megah serta terbilang mewah, namun Ahbabul Mushtofa termasuk bangunan serta majelis yang selalu dikangeni. Snack, Kopi, serta Makan sahur yang dibagikan tiap malam menjadikan semangat buat mereka yang menyempatkan hadir. Penyampaian beliau sempat kami record saat itu walaupun cukup jauh dari mimbar utama, namun hasilnya cukup jelas dan clear dari noise noise yang muncul. Berikut rekamannya :

0 comments: